Rumah Ingatan

Aku hanya ingin sedikit mengulurkan ikat memori yang lekat kusimpan dalam anganku. Tentang sebuah perjalanan yang yaah.. kau sebut klise, kuno, hambar pun aku tidak peduli. Ini hanyalah sebuah pesta huruf yang kusederhanakan dengan sedikit sentuhan kenangan.

Fijar lampu di atap-atap kampus adalah simbol kelahiran kisah ini. Untuk massa dengan bayangan seragam yang telah terlunturkan waktu di bangku-bangku tawa. Kita mulai terstruktur rapi dengan arah minat yang coba diikat dalam satu ruang. Sedikit banyak dipaksa berpikir sendiri tentang jalan yang masih terpenuhi semak ilalang. Inilah saat di mana kita mulai mengenal merah yang sesungguhnya.

Sempat berpikir ini hanyalah formalitas di atas rutinitas dalam pengaplikasian humanitas. Tetapi adakah formalitas yang berlaku konstan dengan sebuah kebahagiaan? Sederhana, dakwah kecil yang tersirat di dinding-dinding persegi panjang atau goresan huruf bermakna di setiap fajar terbuka nyatanya telah memperkecil jarak di antara kita. Kini, sepertinya kitalah telah menjadi bagian merah  itu. Belajar, berproses, berpikir, berjuang, bosan, jalan-jalan, lelah, jalan-jalan. Tidak sesederhana itu, tapi itulah yang paling merah di antara semua kenangan dalam simpul memori.

Saatnya… rotasi waktu mengikis kisah ini. Bukan untuk kepergian abadi, hanya saja sedikit pergeseran persepsi, juga rutinitas yang sedikit menjejali diri. Bukan telah mampu berpisah, hanya saja praktik tak serapi Teori Darwin dan manusia adalah pelaku terhebat dalam pembuatan rencana indah dan mereka jugalah terdakwa utama dalam penggagalan rencana tersebut sebab apalah daya saat Dia tak memberi tiket legalisasi rencana.

Kini tak semudah belajar, berproses, berpikir, berjuang, bosan, jalan-jalan, lelah, jalan-jalan saja, mulai ada rekan baru tetapi kawan lama yang sedikit mengekor perjalanan kita bernama tanggung jawab. Aku di sini, kamu di situ, dia di sana. Tanggung jawab masing-masing dengan porsi masing-masing.

Meski kini aku sedikit lupa caranya berpikir sembari bermain, yang tak lupa adalah mereka sebagai rumahku letak berpikir dan bermain. Rumah? Rumah yang penuh cerita dan perjalanan. Rumah yang penuh onak dalam kenangan. Rumah yang sedikit banyak mulai kabut dari pandangan, namun rumah yang akan selalu terbingkis rapi dalam nadi ingatan.

 

Dedikasi :

Rekan-rekan Dakwah Media Pena IMM FTI UAD 2015

 

 

Musim Semi itu akan Segera Tiba

Oleh : @Alfaza

Terbayang bagaimana suasana indah musim semi, musim dimana birunya langit dan putihnya awan berpadu mesra hangatkan jiwa yang lelah nan dahaga. Lelah dan dahaga karena memang dunia adalah tempat untuk berlelah riuh demi kehidupan yang mulia. Musim semi, terbayang bunga-bunga yang bermekaran, suara riuh kicau burung di atas hijaunya pepohonan menyambut akan datangnya musim semi. Bagaimana dengan kita, apakah kita hanya diam saja melihat akan datangnya musim semi ? Ataukah kita terlalu sibuk dengan berbagai urusan dunia ?

Bulan ramadhan adalah musim semi bagi ibadah kita. Bulan yang nampak indah dengan hijaunya ketaatan. Bulan dimana akan dilipat gandakan pahala-pahala ibadah orang mukmin. Bulan dimana setan-setan dibelenggu, diturunkan berjuta rahmat dari langit. Pintu-pintu surga akan dibuka selebar-lebarnya dan pintu neraka ditutup rapat-rapat. Dibukalah pintu-pintu kebaikan.

Banyak sekali keistimewaan di bulan ramadhan. Salah keistimewaan paling besar adalah diturunkannya Al qur’an pada bulan ini sebagai jalan hidup bagi manusia. Allah berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 185 :

شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهۡرَ فَلۡيَصُمۡهُۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٖ فَعِدَّةٞ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلۡعُسۡرَ وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ١٨٥

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”

Dan masih banyak lagi keistimewaan-keistimewaan bulan Ramadhan.

Satu bulan lagi InsyaAllah kita akan segera berjumpa dengan bulan penuh kemuliaan ini. Adakah dari kita yang sudah siap berjumpa dengannya ? Tentu perlu persiapan yang benar-benar matang saat akan berjumpa dengan Ramadhan ini. Jangan sampai kita lewatkan pertemuan yang luar biasa spesial ini dengan kesia-siaa belaka.

Wahai engkau yang menjadikan beribu dosa di bulan Rajab
tak terhenti kau puas dengan itu
engkau sambung kesalahanmu di hari-hari sya’ban

Tegakah kau meleburkan diri terus menerus dalam kubangan kemaksiatan
ramadhan akan segera datang…

Bangkitlah dan buka matamu
jangan jadikan bulan ini kembali seperti bulan-bulan terlampau

Lihatlah betapa banyak manusia yang tidak bisa kembali berjumpa dengan bulan itu
ingatlah kita semakin tua semakin layu
ingatlah sesal akan waktu yang berlalu.

Pelopor Kelahiran Sang Penilik Negeri

Oleh : Raifa Triyas Shara

Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi masyarakat Islam yang selalu berusaha membimbing laju bangsa Indonesia menuju kiblat yang semestinya, yakni berkehidupan sesuai Undang-Undang Dasar 1945. Muhammadiyah sejak didirikan pada 1912 oleh Ahmad Dahlan, dinilai beberapa kalangan konsisten membela kaum lemah, yakni dengan mengembangkan pendidikan, panti asuhan, dan pelayanan kesehatan. Gerakan Muhammadiyah ini kemudian menjadi gerakan yang bersifat nonpolitik tetapi tidak anti-politik. Gerakan ini disebut Jihad Konstitusi yaitu “Sebuah gerakan untuk meluruskan kiblat bangsa. Karena kami menyimpulkan, telah terjadi penyimpangan dari cita-cita nasional, yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945. Khususnya, sejak era Reformasi,” Ujar Prof. Dr. KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, MA (Sumber: Republika)

 

Dalam mengaplikasikan gerakannya, Muhammadiyah tidak bisa hanya berdiri sendiri untuk memperbaiki kiblat bangsa yang mulai pudar kejelasannya. Salah satu hal yang sangat berpengaruh tentang kondisi bangsa itu sendiri adalah para pemuda bangsa. Oleh sebab itu, Muhammadiyah memiliki wadah untuk menanamkan pribadi-pribadi pemuda dalam sebuah organisasi yang bernama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.  Kader merupakan pemuda bangsa yang memiliki pengaruh besar bagi kemajuan bangsanya atau justru kehancuran bangsa itu sendiri. Sumber daya manusia yang baik sangat diperlukan bagi para kader agar memiliki kesadaran untuk membangun dan memajukan tanah kelahirannya, sebab apabila pemahaman akan hal itu tidak dimiliki, maka para kader seperti kehilangan jati diri dan pribadinya sebagai penerus kehidupan ibu pertiwi.

Kaderisasi merupakan proses pendidikan jangka panjang untuk menanamkan nilai-nilai tertentu kepada seorang kader atau dengan kata lain proses pembentukan anggota dalam suatu organisasi. Kaderisasi dilakukan mulai tahap perkenalan hingga menjadi anggota. Oleh karena itu, sistem perkaderan yang intensif sangatlah dibutuhkan untuk menanamkan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk memimpin bangsa bagi para kader seperti pribadi yang religius, intelek, dan humanitas. Pada tahap awal, penanaman pemahaman mengenai keagamaan kepada kader sangatlah penting, terutama mengenai Aqidah dan Islam yang sebenar-benarnya tanpa campur tangan adat dan tradisi sesuai dengan cita-cita Muhammadiyah. Pemahaman tentang keagamaan merupakan hal yang paling fundamental, sebab di dalam agama telah berisi hal-hal yang berkaitan dengan intelektualitas dan humanitas. Di dalam agama, kita akan menemukan pembelajaran mengenai pentingnya ilmu dan betapa mulianya seseorang yang berilmu, hal tersebut merupakan landasan dari karakter intelek. Di dalam agama juga, kita menemukan pembelajaran menganai sifat manusia yang baik yaitu manusia yang berguna bagi sesamanya, dari hal tersebut kita dapat mengaplikasikan karakter humanitas yang peduli terhadap lingkungan sekitar.

Perkaderan harus dilakukan sesegera mungkin dan sebaik mungkin, sebab proses pembentukan kader yang harus memiliki tiga karakter tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang. Memodifikasi sistem perkaderan sepertinya perlu dilakukan untuk menanamkan karakter tersebut, sehingga di dalam proses perkaderan tidak hanya terdapat doktrin-doktrin pembelajaran yang mewajibkan para kader untuk dapat menguasai hal-hal tertentu, tetapi berisi mengenai pertukaran pikiran dan membahas bersama suatu hal yang lebih menekankan pada pemikiran kritis kader.

Kita berharap dengan karakter-karakter yang telah dimiliki, para kader dapat menjadi agent of change yang sebenarnya untuk melihat kembali perkembangan negeri ini serta jalanan alur pemerintahan yang kadang terjadi ketidaktransparan. Kader-kader yang telah matang dan memiliki pengetahuan tentang religiusitas, intelektualitas, dan humanitas memiliki sedikit kemungkinan untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai norma yang berlaku, sebab mereka memiliki pribadi yang sangat menjunjung tinggi attitude. Mereka akan tergerak melihat kejanggalan-kejanggalan yang terjadi di pemerintahan dan kehidupan masyarakat, namun mereka tidak hanya banyak bicara, tetapi memikirkan solusi-solusi dan melakukan aksi nyata untuk mengatasinya sebab pribadi humanitas mereka tergerak melihat kejanggalan sosial.

Kader-kader yang telah menanamkan tiga karakter tersebut tepat di dalam hatinya akan tetap terbawa hingga mereka selesai mengenyam pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi. Mereka akan memiliki profesi yang berbeda, misalkan petinggi negara, wirausaha, pengamat politik, dan lain sebagainya. Kader-kader tersebut akan tetap mengawasi perkembangan negeri ini dan bersiap mengemas sebuah altenatif apabila terjadi hal-hal yang tidak sebenarnya dan berusha keras untuk meluruskan hal-hal menyimpang melalui ormas Islam Muhammadiyah.

Penanaman karakter religius, intelek, dan humanitas sangatlah penting dilakukan kepada para kader agar memiliki kesiapan fisik maupun jiwa untuk menjadi pengontrol sekaligus perubah tatanan negeri yang menyimpang.

 

 

 

Cinta itu Bernama Ukhuwah

Oleh @alfaza

Bicara soal cinta, sebuah ungkapan dengan berjuta pengertian. Sebuah kata yang mudah dirasa namun sulit dimakna. Setiap insan pasti merasakannya, namun setiap insan juga memiliki definisi tersendiri dengan cinta.

Ukhuwah, satu kata yang mampu menyatukan berjuta jiwa. Satu kata yang sanggup meleburkan perbedaan dan menafikan perpecahan. Setiap dari kita berbicara tentang indahnya kata ukhuwah. Namun apa sebenarnya yang membuat ukhuwah menjadi suatu hal yang sangat spesial ?

            إِنَّمَا الْمًؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوْا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ  وَاتَّقُوْا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah kedua saudara kalian,  dan bertakwalah kalian  kepada Allah supaya kalian  mendapatkan rahmat. (QS al-Hujurat [49]: 10).

 

Sebagai seorang yang meyakini kebenaran Islam, ayat di atas memiliki makna yang begitu mendalam. Mengapa dalam ayat tersebut menggunakan kata ikhwah ? Kenapa bukan dengan kata ikhwan ? Karena kata ikhwah bermakna sebagai persaudaraan senasab, sedangkan kata ikhwan biasa digunakan untuk memaknai sebuah pertemanan. Dengan kata lain, persaudaraan seorang mukmin tidak hanya sebatas persahabatan atau perkawanan biasa. Persaudaraan yang haqiqi adalah persaudaraan di atas aqidah al-haq.

Ada keindahan yang sulit diungkap, ada irama yang sulit disurat, ada nuansa yang sulit dilukis. Ukhuwah menjadi sebuah momen terindah yang membuat siapapun rindu dan betah berada dalam dekapanya. Saling menasihati, saling memberi motivasi, saling mengingatkan, hingga saling membantu dan berkorban. Berjuang bersama demi tegaknya dakwah di bumi nusantara. Nampaknya ada kekuatan besar di balik semua itu, ada cinta yang mengiringi perjalanan itu, dan cinta itu bernama ukhuwah.

Kok IMM sih ?

oleh : Raifa Tryas Shara (Sekbid Kader )

IMM.. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Sebuah nama yang sudah tidak asing karena bahkan sejak kelahirannya pun sudah dipersoalkan. Ialah yang mendeklarasikan diri pemilik moral yang anggun dan intelektual yang unggul dengan merah sebagai warna ketangguhan.

Kok IMM sih? Kenapa harus IMM? Hasil kerja apa yang telah dilakukan IMM? Pertanyaan-pertanyaan klise yang muncul dari berbagai persepsi sedikit membuat gerah baju merah yang melekat di tubuh. Pasalnya sudah sejauh mana yang mengajukan pertanyaan itu mengerti tentang IMM itu sendiri? Yang sempat menghujat kinerja IMM seharusnya Ia berani terjun di sini dan merasakan bertapa rumitnya kalkulasi pembagian porsi saat harus menjadi sebuah organisasi perkaderan sekaligus organisasi pergerakan dengan tiga pijakan yang harus mendapatkan keseimbangan komparasi antara urusan vertikal menujuNya, horizontal ke lingkar manusia, juga universal pengetahuan.

Jika ada yang bertanya “kok IMM merah seperti warna bendera  partai politik?”. Yang bertanya seperti itu sebaiknya diajak berdialog tentang filsafat warna yaitu merah yang diidentikkan dengan sifat yang pemberani, pantang menyerah, dan sungguh-sungguh, ajak pula Ia mengenang sedikit sejarah bahwa merah IMM di zaman dulu adalah sebagai jawaban atas PKI dan CGMI yang juga memiliki warna merah dan IMM ingin menunjukkan bahwa dengan warna merah tidak identik dengan kekejaman dan komunis.

Jika masih ada yang bertanya lagi “Mengapa harus IMM?”, ajaklah Ia untuk sedikit mengenakan seragam merah dan berilah beberapa waktu untunya dapat merasakan hal-hal yang mungkin tak diajarkan di sekolah ataupun bimbingan skripsi.

Dan jika masih ada yang terus bertanya “Kok IMM sih? Mengapa harus IMM?”.  Jawablah saja “Kok kamu kepo sih tanya-tanya soal IMM, jangan-jangan jiwamu memang jiwa IMM yang masih terpendam”…

Paham Agama dan Muhammadiyah

Oleh : @alfaza

“Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam).”

Sebuah kalimat dari Rasulullah saw. yang beliau tuturkan kepada seorang Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu ‘anhu. Sebuah kalimat yang menunjukan betapa pentingnya akan pemahaman seorang dalam beragama. Hadits yang mulia ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan ilmu agama dan keutamaan bagi orang yang mempelajarinya, sehingga Imam an-Nawawi dalam kitabnya Riyadhush Shalihin, pada pembahasan “Keutamaan Ilmu” mencantumkan hadits ini sebagai hadits yang pertama.

Imam an-Nawawi berkata: “Hadits ini menunjukkan keutamaan ilmu (agama) dan keutamaan mempelajarinya, serta anjuran untuk menuntut ilmu.”

Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalaani berkata: “Dalam hadits ini terdapat keterangan yang jelas tentang keutamaan orang-orang yang berilmu di atas semua manusia, dan keutamaan mempelajari ilmu agama di atas ilmu-ilmu lainnya.”

Manusia adalah mahluk hidup yang unik, memiliki kelebihan akal, sehingga ketika manusia mampu mempergunakan akalnya dengan maksimal dia bahkan bisa lebih baik dari malaikat (dalam pemahaman agama malaikat adalah makhluk yang selalu taat dan patuh, tidak pernah membantah). Namun sebaliknya, jika manusia tidak mampu mempergunakan akalnya dengan baik maka dia bahkan lebih hina dari binatang.

Prinsip dasar kehidupan sebagai satu pondasi dasar untuk memaksimalkan penggunaan akal manusia. Manusia dianjurkan untuk berpikir tentang penciptaan Alam semesta, pergantian siang dan malam, knapa dan mengapa manusia itu diciptakan, apakah ada manusia yang tidak akan meninggal dan manusia akan kekal hidup abadi, apakah ada hari pembalasan itu, apakah ada kehidupan setelah mati, dan tentunya masih banyak sekali pertanyaan-pertanyaan lain yang menantang manusia untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu.

Agama sebagai sebuah jawaban terhadap kebutuhan akal akan pengetahuan mengenai hakikat eksistensi terbesar. Secerdas apapun manusia, jika hanya dengan akalnya ia tak akan mampu menjawab dengan pasti pertanyaan : darimana ia berasal, kemanakah ia setelah mejalani hidup ini dan untuk apa ia hidup. Banyak filosof dan pemikir yang mencoba mencari jawaban pertanyaan-pertanyaan ini, namun tak ada jawaban pasti yang dapat mereka berikan. Karenanya tak mengherankan jika jawaban- jawaban itu berbeda-beda satu dengan yang lain. Ini terjadi karena jawaban- jawaban yang mereka berikan hanya didasarkan pada asumsi-asumsi dan prasangka. Jawaban pasti terhadap pertanyaan-pertanyaan di atas, hanya bisa didapatkan melui agama dan itu pun tidak semua agama. Sebab pada hakikatnya jawaban pasti itu adalah berasal dari Tuhan yang menciptakan manusia dan jagat raya ini. Dan saat ini hanya Islamlah yang mempunyai sumber autentik firman Tuhan, yaitu Al-Qur’an.

Muhammadiyah adalah salah satu gerakan pembaharuan Islam di Indonesia. Faktor utama kelahiran Muhammadiyah tidak lain karena didorong oleh paham agama. Identitas Muhammadiyah terangkai melalui sebuah langkah penghayatan agama, pengamalan agama, dan perjuangan agama, maka bentuk identitas Muhammadiyah adalah agama.

Pemahaman seseorang terhadap agama yaitu agama islam sebenarnya menjadi sebuah langkah awal dalam memahami Muhammadiyah. Oleh larena itu, untuk dapat memahami Muhammadiyah yang sebenarnya harus dimulai dari memahami Islam yang sebenarnya. Sanggup menghayati Islam yang sebenarnya dan bersemangat untuk memperjuangkan Islam yang sebenarnya. Jikalau orang hendak memahami Muhammadiyah akan tetapi tidak berangkat dari pemahaman yang semacam itu, maka ia hanya akan menemukan Muhammadiyah sebagai organisasi, tidak bakal mengenali idealismenya. Muhammadiyah, sebenarnya adalah wujud pemahaman tentang agama dan wujud pengamalan agama itu sendiri.

Paham Agama dan Muhammadiyah

 

“Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam).”

Sebuah kalimat dari Rasulullah saw. yang beliau tuturkan kepada seorang Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu ‘anhu. Sebuah kalimat yang menunjukan betapa pentingnya akan pemahaman seorang dalam beragama. Hadits yang mulia ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan ilmu agama dan keutamaan bagi orang yang mempelajarinya, sehingga Imam an-Nawawi dalam kitabnya Riyadhush Shalihin, pada pembahasan “Keutamaan Ilmu” mencantumkan hadits ini sebagai hadits yang pertama.

Imam an-Nawawi berkata: “Hadits ini menunjukkan keutamaan ilmu (agama) dan keutamaan mempelajarinya, serta anjuran untuk menuntut ilmu.”

Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalaani berkata: “Dalam hadits ini terdapat keterangan yang jelas tentang keutamaan orang-orang yang berilmu di atas semua manusia, dan keutamaan mempelajari ilmu agama di atas ilmu-ilmu lainnya.”

Manusia adalah mahluk hidup yang unik, memiliki kelebihan akal, sehingga ketika manusia mampu mempergunakan akalnya dengan maksimal dia bahkan bisa lebih baik dari malaikat (dalam pemahaman agama malaikat adalah makhluk yang selalu taat dan patuh, tidak pernah membantah). Namun sebaliknya, jika manusia tidak mampu mempergunakan akalnya dengan baik maka dia bahkan lebih hina dari binatang.

Prinsip dasar kehidupan sebagai satu pondasi dasar untuk memaksimalkan penggunaan akal manusia. Manusia dianjurkan untuk berpikir tentang penciptaan Alam semesta, pergantian siang dan malam, knapa dan mengapa manusia itu diciptakan, apakah ada manusia yang tidak akan meninggal dan manusia akan kekal hidup abadi, apakah ada hari pembalasan itu, apakah ada kehidupan setelah mati, dan tentunya masih banyak sekali pertanyaan-pertanyaan lain yang menantang manusia untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu.

Agama sebagai sebuah jawaban terhadap kebutuhan akal akan pengetahuan mengenai hakikat eksistensi terbesar. Secerdas apapun manusia, jika hanya dengan akalnya ia tak akan mampu menjawab dengan pasti pertanyaan : darimana ia berasal, kemanakah ia setelah mejalani hidup ini dan untuk apa ia hidup. Banyak filosof dan pemikir yang mencoba mencari jawaban pertanyaan-pertanyaan ini, namun tak ada jawaban pasti yang dapat mereka berikan. Karenanya tak mengherankan jika jawaban- jawaban itu berbeda-beda satu dengan yang lain. Ini terjadi karena jawaban- jawaban yang mereka berikan hanya didasarkan pada asumsi-asumsi dan prasangka. Jawaban pasti terhadap pertanyaan-pertanyaan di atas, hanya bisa didapatkan melui agama dan itu pun tidak semua agama. Sebab pada hakikatnya jawaban pasti itu adalah berasal dari Tuhan yang menciptakan manusia dan jagat raya ini. Dan saat ini hanya Islamlah yang mempunyai sumber autentik firman Tuhan, yaitu Al-Qur’an.

Muhammadiyah adalah salah satu gerakan pembaharuan Islam di Indonesia. Faktor utama kelahiran Muhammadiyah tidak lain karena didorong oleh paham agama. Identitas Muhammadiyah terangkai melalui sebuah langkah penghayatan agama, pengamalan agama, dan perjuangan agama, maka bentuk identitas Muhammadiyah adalah agama.

Pemahaman seseorang terhadap agama yaitu agama islam sebenarnya menjadi sebuah langkah awal dalam memahami Muhammadiyah. Oleh larena itu, untuk dapat memahami Muhammadiyah yang sebenarnya harus dimulai dari memahami Islam yang sebenarnya. Sanggup menghayati Islam yang sebenarnya dan bersemangat untuk memperjuangkan Islam yang sebenarnya. Jikalau orang hendak memahami Muhammadiyah akan tetapi tidak berangkat dari pemahaman yang semacam itu, maka ia hanya akan menemukan Muhammadiyah sebagai organisasi, tidak bakal mengenali idealismenya. Muhammadiyah, sebenarnya adalah wujud pemahaman tentang agama dan wujud pengamalan agama itu sendiri.

Lelah Lillah

Oleh : @alfaza

Ada yang berbisik mengeluh ingin mundur dan jatuh, dia berkata lelah.

Ada yang lelah, pikirannya penat, ia berkata kuat, lelah liLLah.

Dunia memang tempat untuk berlelah-lelah. Saat kita melakukan banyak aktivitas, saat banyak kegiatan yang harus dilalui, mungkin tubuh dan pikiran tak selalu kuat seperti yang kita harapkan. Kadang terasa lelah sekali untuk melangkah, kadang merasa tak ada semangat untuk berjuang, sering kali muncul pikiran jenuh dengan semua rutinitas keseharian.

Namun, apakah lelah kita tak berarti kawan ? Dunia adalah tempat dengan berbagai hiruk pikuk di dalamnya. Setiap insan bebas mengambil ‘peran’ sesuai keinginan dan kemampuannya. Hanya saja yang mesti diingat adalah setiap peran yang diambil itu kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Ta’ala.

LiLLah atau lilmar’ah ? Untuk Allah atau untuk ciptaan Allah ? Kuliah, berorganisasi, bersosial, dan aktivitas yang lain, sudahkah itu kita niatkan untuk Allah ? Tiada lelah tanpa pahala jika itu liLLah. Kelelahan yang hadir semoga dinilai kebaikan, jika kita melakukkannya karena Allah Ta’ala.

Pagi berangkat kuliah, sore rapat, malam kerja kelompok, dan seterusnya, alangkah luar biasa jika setiap langkah yang kita pijakkan di dunia ini, kita niatkan ikhlas untuk Allah swt. Maha Pemurah Allah swt. berjuta pahala akan dimaktubkan oleh sang Raqib jika niat kita benar.

“Tidaklah rasa lelah, rasa sakit (yang terus menerus), kekhawatiran, rasa sedih, gangguan, kesusahan yang menimpa seorang Muslim sampai duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan musibah tersebut.” (HR. Bukhari Muslim)

            Indah nian kehidupan seorang muslim. Betapa pun banyak kelelahan yang dirasakan, semua itu akan bernilai pahala dan berbuah pengapusan segala dosanya selama ia menerima ujian itu dengan Lillah (karena Allah). Inilah konsekuensi hidup seorang Muslim. Apa pun yang terjadi dan dialaminya, selama ia bisa menerimanya dengan Lillah, maka semua itu akan menjadi perantara baginya untuk mendapatkan berjuta kebaikan dari Allah Ta’ala.

Jalan Hidup ini bukanlah jalan yang terlampau di kanan dan kirinya taman bunga kian elok berwana-warni nan indah …

Akan tetapi jalan yg terjal penuh perjuangan, rintangan, kepenatan dan air mata . .

Tidak masalah…!!!  karena ujung jalan ini bermuara jelas surga Allah ta’ala terkhusus bagi yang konsisten berpijak di atas syariat-Nya.

Peluh perjuangan semoga Allah gantikan dengan nikmatnya air telaga dari sungai Al-kautsar, digantikan dengan Jannah nantinya yang telah Allah siapkan di yaumul Qiyamah.

Pertukaran pelajar Kader IMM FTI UAD di Universiti Malaysia Pahang (UMP)

Siapa yang tidak mau belajar atau bercita cita belajar di luar negeri?, Ya semua orang mempunyai cita cita dan ingin berkesempatan belajar di sekolah atau Universitas di luar negeri. Kesempatan kuliah di luar negeri inilah yang di dapat oleh salah satu Kader terbaik IMM FTI UAD dan selaku Pimpinan komisariat IMM FTI UAD dia ialah IMMawati latifah nurul huda sapaan akrabnya tifah. Latifah mengikuti program Student Exchange yang di gagas oleh UAD bekerjasama dengan Universiti Malaysia Pahang mewakili Fakultas Teknologi Industri Prodi Teknik Kimia UAD, kerjasama Student Exchange ini yang pertama kali di prodi Teknik Kimia. Selain Universiti Malaysia Pahang (UMP) Universitas Ahmad Dahlan juga bekerjasama dengan UTM, UUM, dan salah satu Universitas di Thailand.

“Program Student Exchange ini bisa di laksanakan pada semester ganjil maupun genap akan tetapi saya  kemarin ikut kesempatan ini di semester ganjil, tepatnya di semester 5”. Ucap Tifah

Pada kesempatan semester ganjil tahun depan Program Student Exchange ini akan di lanjut oleh prodi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri (FTI) UAD.

“ Sebenernya kader IMM UAD banyak juga yang mengikuti program ini, yang saya tahu di Fakultas Sastra Bahasa dan Komunikasi (FSBK) UAD ada yang mewakili”. Lanjut IMMawati Latifah.

“Pesan buat kader IMM “jangan pernah melewatkan satu kesempatan, cobalah walau terkadang itu terlihat mustahil”. Aktif di organisasi bagus, lebih bagus lagi kalau juga punya prestasi dlm hal studi. Jadi ttp semangat untuk menuntut ilmu baik ilmu agama maupun umum”. Tutup IMMawati Latifah

Berbeda ! IMM Se- UAD Menggelar aksi dengan Do’a bersama

Beberapa waktu yang lalu public dibuat heboh dengan beredarnya video dari pak Basuki cahaya purnama (AHOK) yang berbicara di daerah kepulaun seribu, Jakarta. Pada video tersebut yang membuat heboh statement dari pak AHOK ini menyinggung ayat al qur’an surat al-maidah ayat 51 dengan tafsiranya sendiri. Beberapa tokoh menilai ucapan AHOK ini telah menyinggung wilayah kepercayaan masyarakat muslim dan merusak nilai bhineka tunggal ika yang sejak awal berdirinya Bangsa ini di bangun dengan rasa kebersamaan. Maka dengan itu AHOK di laporkan atas dugaan penistaan agama, 4 November 2016 lalu masyarakat muslim menggelar Aksi damai yang berlangsung di Jakarta, Masyarakat menginginkan proses hukum yang menjerat AHOK di selesaikan dengan rasa keadilan. Aksi damai yang menuntut AHOK atas dugaan penistaan agama tersebut dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia, tidak ketinggalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah se Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta menggelar kegiatan yang berbeda. IMM se UAD menggelar aksi sholat lail dan di lanjutkan do’a bersama yang di laksanakan pada 4 November 2016 bertempat di Masjid Islamic center Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

“Kegiatan ini hasil musyawarah dari beberapa komisariat IMM se UAD dengan Koordinator komisariat(KORKOM) UAD, kegiatan ini untuk menjalin silaturahmi antar komisariat di UAD serta memberikan dukungan moral kepada saudara-saudara kita yang melakukan aksi damai di Jakarta”. Ujar IMMawati boleng selaku KORKOM IMM UAD.

“Kepolisian diharapkan dapat meyelesaikan kasus ini dengan rasa keadilan dan bijaksana, tidak mengecawakan rakyat”tandas IMMawati boleng.

Walaupun IMM Se-UAD berbeda dalam mengungkapkan aspirasinya, semoga dengan aksi kecil ini besar harapanya Negeri yang besar ini kembali kondusif dan rukun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, AMIN. (redaksi)

DISKUSI RUTIN SAFARI KEILMUAN PK IMM FTI UAD

Assalamu alaikum wr’wb

Berikut kami ulas hasil wawancara tim Media dan Komunikasi (Medkom) IMM FTI dengan Gilang Ariya Pratama selaku Ketua Bidang Riset dan pengembangan keilmuan PK IMM FTI UAD

Medkom             : Dengar dengar ada Diskusi rutin IMM FTI UAD safari keilmuan

Gilang                   : Safari keilmuan ini realisasi dari program kerja bidang kami, dengan tujuan mewadahi kader dari segi keilmuan baik tentang ke IMM-an, ke Muhammadiyah-an dan bahasan lainya agar kader di IMM FTI semakin luas wawasanya.

Medkom             : Bentuk kegiatan Safari keilmuan seperti apa?

Gilang                   : Bentuk kegiatan safari keilmuan ini ada pemateri yang menyampaikan materi sesuai tema yang sudah di tentukan. Pemateri juga menjadi pemantik diskusi peserta yang datang, Jadi ada komunikasi 2 arah peserta dan pemateri. Selesai diskusi peserta di tugaskan untuk membuat narasi progress hasil dari diskusi tersebut dan di kumpulkan di email bidang Riset pengembangan keilmuan (RPK) PK IMM FTI UAD.

Medkom             : Pemateri yang di datangkan dari siapa saja, Safari keilmuan ini di adakan setiap hari apa?

Gilang                   : Pemateri dari kakanda kakanda Alumni IMM, ataupun Orang-orang yang mempunyai passion di tema yang sudah kami tentukan. Kegiatan ini di adakan seminggu sekali kemarin pertemuan pertama diadakan pada hari Jum’at tanggal 30 September 2016 dan diskusi ke dua Sabtu besok tanggal 8 Oktober 2016.

Medkom             : Antusias peserta bagaimana?

Gilang                   : Alhamdulillah untuk kader kader kita cukup tertarik, nanti kami sebar lagi info nya karena diskusi ini masih berlanjut hingga pertemuan ke 12, semoga peserta yang datang semakin banyak dan juga untuk peserta di luar IMM FTI UAD di perbolehkan untuk datang.

Tim kami juga berhasil mengambil testimony peserta namanya Fernandi dari Prodi Teknik elektro yang sudah pernah datang pada diskusi Safari keilmuan IMM FTI UAD.

 

Medkom             : Kamu ikut diskusi safari keilmuan kan ada yang di cari, yang di cari dari kegiatan itu   apa?

Fernandi              : saya ikut diskusi ini untuk menambah ilmu.

Medkom             : Kesan kesanmu dari kegiatan ini apa?

Fernandi              : Bagus kegiatanya menambah wawasan khususnya bagi saya sendiri

 

Itulah hasil ulasan wawancara tim medkom dengan saura Gilang dan fernandi mengenai diskusi Safari keilmuan yang di selenggarakan oleh IMM FTI UAD