Semarak Milad IMM 54 dalam meningkatkan semangat Berinovasi

Perayaan Milad IMM Ke-54  yang diselenggarakan IMM di Universitas Ahmad Dahlan dimeriahkan dengan  berbagai rangkaian acara. Untuk milad tahun ini bukan hanya acara yang di selenggarakan panitia pusat melainkan masing – masing komisariat melakukan koalisi untuk menyelenggarakan acara.kali ini IMM FTI UAD berkoalisi dengan IMM Komisariat Jpmipa dan menjalin mitra juga dengan BEM FTI Juga Dahlan Inovation Community menyelenggarakan Seminar Nasional bertemakan “Semangat Berinovasi Untuk mewujudkan Karakter Bangsa”. Seminar dilaksanakan pada tanggal 30 maret 2018, bertempat di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan dengan mengundang Prof. Dr. Paulina Pannen M. L. S. dari Kemenristek dikti yang di moderatori oleh IMMawati Ella yussy Dwi Astuti, S.S. Seminar ini di ikuti oleh 128 Mahasiswa UAD Termasuk delegasi IMM tiap Komisariat.

 

Tujuan diadakanya Seminar menurut Ketua Panitia Milad IMM Koalisi Komsisariat FTI dan JPMipa bertujuan untuk meningkatkan semangat mahasiswa/mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan dalam melakukan penelitian atau berinovasi dan dapat di nilai dikti. “Kegiatan ini sangat positif dan dapat membantu meningkatkan semangat berinovasi bagi mahasiswa” demikian kata Fadlur Rahmat Hasan salah satu peserta Seminar Nasional.

Latar belakang diadakanya acara ini sebenarnya adalah selain sebagai rangkaian acara Milad juga muncul karena keresahan yang timbul di kalangan mahasiswa. IMM  sebagai Organisasi Otonom di kalangan mahasiswa , Badan Eksekutif Mahasiswa Sebagai Organisasi Mahasiswa dan Dahlan Inovation Community yang di isi oleh para mahasiswa  sudah seharusnya melaksanakan kegiatan yang memberikan dampak positif bagi perkembangan mahasiswa karena kami sadar inspirator kami adalah tentang keresahan dan apa – apa saja yang dirasakan oleh mahasiswa.

Kalau muhammadiyah pernah mengangkat tema mengenai masyaralat islam yang berkemajuan maka kita sebagai mahasiswa UAD Juga bisa melakukan hal yang sama dengan Mahasiswa Islam yang berekemajuan tentunya dengan inovasi – inovasi yang bisa bermanfaat dan berguna bagi masyarakat bangsa dan negara.

Selamat Milad IMM Ke-54

 

Pelantikan LSO Bumisaba dan OSM

Dalam rangka mengemban amanah dan tugasnya sebagai Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Teknologi Industri memiliki UPP(Unit Pembantu Pimpinan) yaitu Lembaga Semi Otonom Bumi saba(Badan Usaha Milik Ikatan Spirit Of abdurahman bin Auf) dan (Olahraga Seni Mahasiswa Muhammadiyah), yang telah dilantik pada Hari ahad,21 januari 2018 bertempat di Aula Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Dengan di hadiri segenap tamu undangan dari Kader IMM FTI UAD, komsariat IMM se-UAD,korkom IMM UAD, Pimpinan Cabang IMM Djazman Ak-kindi Kota jogja, serta tak lupa pula hadir pembina IMM Bapak Jefree fahana.

Dengan dilantiknya LSO ini merupakan sebuah langkah yang progresif bagi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Tekologi Industri Terutama sebagai soft power dalam hal Dakwah Komunitas di era globalisasi dan modernisasi yang sangat terbuka terhadap berbagai hal terutama pada bidang seni,budaya,Olahraga juga Ekonomi –kewirausahaan. Dalam geraknya Bumisaba di naungi oleh Bidang Ekonomi dan kewirausahaan, dan  dinaungi oleh Bidang Riset & Pengembangan Keilmuan. Karena memang untuk Komisariat IMM FTI belum memiliki Bidang Seni Budaya dan Olahraga.

“Dalam prospek kerjanya OSM Selain dalam bidang Seni Olahraga juga harus membawa nilai – nilai edukasi di dalamnnya semisal diskusi kebudayaan dan lain sebagainya kemudian bumisaba selain bergerak dalam bidang usaha juga harus membawa ciri khas kalian sebagai mahasiswa teknik munculkanlah sisi sebagai seorang technopreuner.”Demikian kata Bapak jefree fahana Selaku pembina IMM Zona 3 UAD.

Selamat dan sukses atas di lantiknya Pimpinan Lembaga Semi Otonom Bumi saba(Badan Usaha Milik Ikatan Spirit Of abdurahman bin Auf) dan (Olahraga Seni Mahasiswa Muhammadiyah). Semoga dapat Mengemban Tugas dan Amanahnya dengan baik, Amanah tak pernah salah memilih pundak. Serta senantiasa semoga selalu ber fastabiqul khairat “Berlomba – lombalah untuk kebaikan”.

 

Hilmi dengan Perak dan Perunggunya di Kejuaraan Youth Asian Para Games 2017 di Dubai

IMM FTI UAD – Minggu-Kamis (10-14 Desember 2017). Kejuaraan Youth Asian Para Games 2017 di Dubai, Uni Emirate Arab. Tim Indonesia mampu membawa pulang dengan total 16 medali emas, 7 perak, dan 5 perunggu.

Ia bernama Hilmi Azizi, Mahasiswa dari Prodi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta  dan juga salah satu Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Teknologi industri (IMM FTI UAD). Tenis Meja adalah sebuah hobby olahraganya, sejak sekolah menengah dia beberapa kali menjuarai perlombaan Tenis Meja dan sering menjadi delegasi untuk mengikuti perombaan olahraga di cabang olahraga tenis meja. Salah satu kejuaraan yang di pernah ikuti adalah Kejuaraan ITTF (International Table Tennis Federation) Indonesia Open pada tahun 2016. Hobby itu memang asik jika di jalankan dengan hati, kesenangan akan datang dengan sendirinya.

Sebagai Mahasiswa semester satu pada tahun ini, Hilmi Azizi sudah membawa nama baik Indonesia dalam lomba yang dia ikuti di kejuataan AYPG di dubai. Tidak hanya Indonesia, Universitas nya pun ikut dibanggakan olehnya. UAD cukup bangga karna mempunyai seorang Atlit Olahraga yang mengharumkan nama indonesia di kanca Kejuaraan Internasiaonal.

Walaupun tidak meraih medali Emas. Hilmi Azizi sangat bangga karna dia mengharumkan nama Indonesia dengan membawa Perak untuk kelas 9/10 Tunggal putra dan medali Perunggu untuk kelas 9/10 Tim putra beregu.

Pada Asian Youth Paragames di Dubai 2017 ini, Indonesia mampu membawa pulang 16 emas, 7 perak dan 5 perunggu dari berbagai cabang olahraga. Dengan prestasi ini indonesai berada di peringkat ke tujuh dari 30 negara peserta yang mengikui kejuaraan di dubai tahun ini.

Setelah ini para atlet akan dipersiapkan dirinnya untuk seleksi nasional dan pemusatan latian Asian Para Games 2018 yang digelar di solo nanti. Mengingat Indonesia akan mendapatkan kuota 300 orang atlet untuk semua cabang olah raga. Hal ini akan dimanfaatkan oleh pihak Indonesia untuk meraih emas sebanyak-banyaknya.

Alhamdulillah, Di PKM PTM Lombok Kami juaranya

IMM FTI UAD – Pada tanggal 30 Desember 2017, kebahagiaan Luar biasa tepat di Universitas Muhammadiyah Mataram, Lombok. Tim Vernandi meraih JUARA 1 dalam Lomba PKM PTM yang di selenggarakan di UM Mataram lombok.

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu Program Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Litabmas). PKM dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang Tinggi.

PKM PTM pun merupakan program kreativitas mahasiswa yang di selenggarakan khusus untuk perguruan tinggi muhammadiyah. Pada tahun ini UMMAT (Universitas Muhammadiyah Mataram) menjadi tuan rumah dimana PKM PTM Ini akan di selenggarakan.

Sempat tertunda penerbangannya menuju lombok dikarenakan dampak dari Erupsi Gunung Agung. Tim Vernandi dan Tim – tim lainnya yang menjadi perwakilan Universitas Ahmad Dahlan akhirnya berangat pada tanggal 29 November 2017 menuju Universitas Muhammadiyah Mataram Lombok. Berangkat menggunakan pesawat Lion Air, Tim vernandi tiba di lombok Dini hari dan mereka menginap di hotel Arum Jaya Lombok.

Tim Vernandi yang beranggotakan Nenti Febi, Syahid dan Vernandi Yusuf yang juga merupakan kader IMM FTI UAD sangat senang dan dengan menjuarai di salah satu bidang dalam lomba PKM PTM ini, mereka ingin memberikan kebanggaan untuk universitas ahmad dahlan tercinta dan mereka akan terus meningkatkan prestasi nya di dalam kampus ataupun di luar kampus.

Ahmad Dahlan di Telinga JIRAN

Oleh : Raifa Tryas Shara

“Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah”, begitulah kalimat yang sempat diutarakannya, kalimat ini amat terkenal di kalangan masyarakat terutama masyarakat Muhammadiyah. Kalimat tersebut menegaskan bahwa berjuang di Muhammadiyah untuk umat tidaklah sekadar mengharap balasan keringat berupa helaian Rupiah karena Muhammadiyah tak pernah berorientasi membuat para pengurusnya kaya akan harta, tetapi Muhammadiyah mengajarkan kekayaan hati untuk meningkatkan kebermanfaatan pada umat yang diharapkan mampu mencapai kekayaan vertikal yang hakiki yaitu ridho-Nya. Cara berpikir beliau memang unik dan kritis, tak heran jika pandangannya mengenai pembaharuan Islam menjadikannya sebagai Pahlawan Nasional.

Tentang sore itu, di beranda masjid yang tengah usai mengumandangkan Azan Magrib. Saat tengah mengikuti kegiatan ifthar (buka puasa) bersama para mahasiswa Universiti Malaysia Pahang, sempat memulai perbincangan dengan salah satu mahasiswi semester akhir yang akan wisuda tahun ini, sampai kepada titik pengutaraan asal Universitas Ahmad Dahlan, ia tertegun sembari menegaskan bahwa Ahmad Dahlan sang pendiri Muhammadiyah, tentang beliau yang bertindak nyata untuk memperbaiki arah kiblat, tentang sesosok Ahmad Dahlan yang menjadi pendiri persyarikatan Muhammadiyah yang apabila ditelaah  Muhammadiyah sudah mampu menjadi suatu negara dengan komponen-komponen yang dimiliki, hanya saja Muhammadiyah tetap menjunjung tinggi Pancasila dan selalu bersiaga untuk bergejolak apabila kemurnian Pancasila mulai terkoyak oleh oknum-oknum tertentu.

Tentang sore di lain sisi, saat tengah mengikuti kegiatan belajar di kelas, masih dengan perkara asal universitas. Universitas Ahmad Dahlan.. Pengajar di kelas saat itu seketika berkata “The founder of Muhammadiyah”, serta tentang sore pada ruang lainnya, setelah selesai berdiskusi, dengan pengajar yang sama ia bertanya “Kapan Ahmad Dahlan dilahirkan? You’re from Universitas Ahmad Dahlan, right?”. Ia begitu tertarik mengenai kisah Ahmad Dahlan dan persyarikatan Islam lainnya di Indonesia.

Tentang sore dan sore yang sempat mengingatkan  kembali kepada sejarah, tentang sosok pendiri “ayah kandung” dari organisasi pengikrar Fastabiqul Khairat. Sudah selayaknya nama Universitas Ahmad Dahlan dicetak tebal dalam pikiran-pikiran pemuda yang meneriakkan diri sebagai aktivis karena Ahmad Dahlan merupakan pendiri Muhammadiyah, maka Universitas Ahmad Dahlan secara universal harus sesuai dengan cita-cita Muhammadiyah, sebab jika tidak hal  itu akan melukai Ahmad Dahlan yang namanya telah terdengar baik di bumi jiran dan mungkin saja masih ada tentang sore lainnya di negeri-negeri jiran atau belahan bumi nan jauh yang mengisahkan tentang sosok pahlawan pemilik nama kecil Muhammad Darwis tersebut.

Seperti Senja yang akan Senantiasa Jingga

Oleh : Zaim Alam Faiz Afi’i

Ikatan itu akan tetap utuh. Awal perjumpaan yang mungkin sampai sekarang kita tidak pernah mengingat betul mengapa kita harus dikumpulkan sedemikian erat. Teringat waktu ketika masih dengan wajah polos menapaki langkah menyadari bahwa diri ini telah menjadi seorang maha untuk kata siswa. Semangat itu muncul, segala hal ia akan ikut. Sampai akhirnya dipertemukan dan dipersatukan oleh insan-insan yang hingga saat ini masih terus berjuang dalam menjadi manusia yang idel di sisi Al-Haq.

Ikatan itu akan tetap utuh. Sadar betul bahwa di sini bukanlah tempat orang-orang yang benar-benar bisa dikatakan baik. Kadang bertanya, mengapa detik ini masih bertahan untuk tetap bersama mereka ? Mereka bukanlah orang yang benar-benar faham tentang ini itu, kadang juga masih terjebak dalam kekhilafan. Juga sering kali masih saling muncul jiwa kekanakan.

Ikatan itu akan tetap utuh. Namun detik demi detik menyadarkan sebuah hal. Ikatan itu tidak selamanya berisikan semua tentang hal yang ideal. Ya, kadang memang masih menemukan sebuah khilaf, namun di sisi lain mereka akan mengingatkan tentang kekhilfan itu. Mengapa masih bertahan di sini ? Semangat mereka dalam berjuang menjadi insan yang diridhoi Allah  itulah yang menjadikan ukhuwah ini masih terjaga.

Ikatan itu akan tetap utuh. Karena warna senja saat petang tiba pun tak pernah berubah. Namun seperti senja, tak selamanya dia ada. Kadang harus rela tertutupkan mendung, kadang harus rela tertutupi hujan.

Ikatan itu akan tetap utuh. Begitu juga dengan sebuah ikatan. Kadang kala harus ikhlas mengalah, sering kali harus dewasa dengan sebuah masalah, namun jiwa itu akan senantiasa merekah. Jiwa sekumpulan insan yang merindukan pertemuan dengan Rabb-Nya.

Ikatan itu akan tetap utuh. Seperti  sekumpulan tetesan hujan. Dia hanya bisa dilihat oleh kesatuannya, tak bisa dilihat satu-satu. Maka inilah tetesan-tetesan hujan itu, lihatlah secara utuh, jika engkau hanya temukan satu tetes hujan maka ingat itu hanya satu sisi dari jutaan hal lain yang akan engkau temui.

IMM FTI punya KANTIN !

Kantin adalah Maha karya di sebuah Ruangan dalam sebuah rumah yang dapat digunakan pengunjungnya untuk makan, baik makanan yang dibawa sendiri maupun yang didapat di sini. Makan disini diartikan menimba ilmu sebanyak-banyaknya ataupun membagi ilmu kepada yang lainnya.

Wisma Damar lagi dan lagi menjadi tempat spesial untuk kader IMM UAD pada umumnya dan kader IMM FTI pada khususnya untuk mencari dan membagi ilmu. Fasilitas untuk upgrade tentang keilmuan baik agama, umum dll kini mereka bisa dapatkan melalui buku yang disediakan di dalam miniatur perpustakaan damar. “Jika dibilang AMM Jogja punya KAMASTUnya di PWM Jogja. Nihh.. IMM FTI UAD punya KANTIN di Wisma DAMARnya”

Kajian Rutin IMM FTI UAD (Kantin IMM FTI) adalah sebuah sarana untuk meningkatkan iman dan taqwa juga pengetahuan tentang ISLAM. Kantin IMM FTI yang dilaksanakan setiap hari Jum’at malam ini dipersembahka untuk seluruh kader IMM FTI UAD. Kali ini Bidang TKK IMM FTI memanfaatkan wisma damar sebagai sharing ilmu melalui KANTIN (Kajian Rutin).

“Siapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu syar’i , maka ia berjihad di jalan Allah hingga ia kembali” (HR At-Tirmidzi)

Memang berat melahkanhkan kaki menuju kebaikan tapi Allah sudah menjanjikan surga untuk kita yang dapat melewati kemalasan untuk melangkahkannya.

“Siapa yang menempuh jalan mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga” (HR.Muslim)

Kantin yang diperiode sebelumnya adalah agenda rugin dari LSO Dakwah Media Pena, yang dimana priode ini LSO DMP sendiri sedang diistirahatkan untuk waktu yang belum ditentukan. sehingga agenda rutin ini akan di akuisisi oleh bidang Tabligh IMM FTI. Kedepannya pengisi dari kantin ini adalah teman-teman yang masih dalam strukturan ataupun Demisioner IMM FTI.

“kita akan mengundang demisioner IMM FTI untuk mengisi Kantin ini kedepannya, supaya kader baru bisa mengenali demisioner periode sebelumnya. dan agenda ini juga termasuk untuk mengakrabkan kader IMM FTI lintas generasi”ucap Farah, Ketua Bidang TKK IMM FTI UAD.

Farah menambahkan bahwa hari jum’at ini dikhusukan untuk pengakraban PK dengan kader, karna disini kader bisa bercengkrama denga Pimpinan Komisariat periode ini.

Pada Pekan ke-2 ini KANTIN IMM FTI akan membahas tentang tema lanjutan yaitu “Sudahkah kita benar-benar Mencinta?” (pert 2) yang bibahas oleh IMMawan ZAIM Alam F, Ketua IMM FTI UAD Periode 2017/2018. Minggu lalu pun Zaim sudah membawakan dengan tema yang sama, lalu apa yang membedakan pembahasan kali ini??

Ayo menuntut Ilmu, jangan lupa untuk menghadiri Kajian Rutin (KANTIN) di WISMA DAMAR setiap Hari Jum’at malam pukul 18.00 sampai ISYA. Jangan lupa untuk mengajak teman sekitar anda.

 

IMM FTI UAD gak butuh diskusi !

IMM FTI UAD – Banyak yang mengatakan Mahasiswa merupakan agen perubahan (agant of change), mahasiswa memiliki peranan yang penting dalam menentukan arah dan tujuan dari suatu perubahan. Mahasiswa tanpa diskusi bagaikan perang tanpa membawa senjata. Pertukaran pikiran, gagasan dan pendapat adalah amunisi aktivis dalam berperang.

“Bukanlah seorang aktivis IMM, jika ia tidak pernah melakukan diskusi”

Tidak puas dengan diskusi yang diadakan beberapa bulan lalu yang diselenggarakan oleh bdang hikmah. IMM FTI UAD Ingin menyelenggarakan lagi sebuah diskusi kader yang bertema “Harmonisasi Organisasi dan Akademik”  berawal dari pertayaan besar mahasiswa tentang , lebih enak pintar tapi kupu-kupu atau bodoh tapi organisasi.

“Diskusi ini untuk memberikan pemahaman mengenai bagaimana managemen organisasi dan kuliah serta memotivasi agar berprestasi di tengah sibuknya kuliah dan berorganisasi” ucap Fikri anggota bidang Kader IMM FTI UAD.

Fikri juga menambahkan bahwa “nanti kita dibersamain mbak oty, beliau pernah menjuarai lomba debat nasional semoga beliau dapat memotivasi kader IMM FTI agar selain aktif organisasi juga dapat berprestasi”.

Diskusi yang akan diselenggarana di Lantai 3 masjid Islamic Center UAD Kampus 4 itu akan di mulai pada pukul 19.00 – 21.00. dan akan di bersamain oleh Mbak Hashotya Dwi Lestari, beliau selain pernah Juara 1 lomba debat nasional juga sedang aktif di keorganisasian IMM tingkat KORKOM (Kordinator Komisariat). Keaktifan dalam keorganisasian IMM ini tidak menyurutkan semangat beliau dalam berprestasi dan seharusnya memang seperti itu. Karna dalam IMM tidak mengajarkan kita untuk bodoh dalam akademik tetapi sebaliknya di dalam pengkaderan IMM ini diajarkan untuk kader bisa berprestasi.

Berorganisasi bukan hal yang menghambat seorang mahasiswa untuk tidak beprestasi, banyak Kader IMM yang berprestasi. Selain aktif di IMM mereka dapat berprestasi deperkuliahannya. Seperti Ella Yussy Dwi Astuti, S.s. beliau pernah menjabat sebagai ketua BEM Universitas periode 2015/2016,  beliau juga Lulus dengan predikat mahasiswa Cumlaude, dan pernah menjadi perwakilan UAD menjadi duta besar di Hungaria. Untuk di komisatiat FTI sendiri ada Ihsan, Adhi, Mahmud, Latifah, Nafia dan masih banyak Kader IMM FTI yang berprestasi.

Irsyad Pahlapi Demisioner PK IMM FTI Periode 2015/2016 yang pada hari Jumat 11 November 2017 pekan lalu, pernah menjuarai perlombaan di malaysia yaitu Juara 1 Meraih Gold Medal International Festival Innovation Green Technology Universitas Malaysia pahang di tahun 2016. Dan bulan lalu kader IMM FTI UAD yaitu Raifa Tryas Shara, Bobi Larombia, dan Erni Rahma yang berhasil mendapatkan kemenangan sebagai “Best Performance 1st Runner UP” Pada acara International Day Fiesta di Universitas Malaysia Pahang (UMP). Selain itu masih banyak kader IMM FTI yang berhasil berprestasi di tengah sibuknya kuliah di sertai berorganisasi IMM.

Nah untuk Kita semua kader IMM FTI UAD yuk cari tahu bagaimana memanajemen diri kita ditengah kesibukan kuliah dan organisasi ini agar berprestasi. Jangan lupa hadir dan mempersiapkan berbagai pertanyaan !

Halaqoh? Gemar Membaur nya IMM Zona 3 nih.

Rasulullah SAW bersabda, ‘siapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan Allif Laam Miim satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf.” [HR. Tirmidzi]

IMM FTI UADGemar membaur adalah sebuah singkatan dari Gerakan maghrib membaca Al-Quran, awal di cetuskannya Gerakan maghrib membaca Al-quran ini saat periode dulu 2/3 tahun lalu. Sebenarnya ini dilakukan oleh seluruh zona 3 yaitu komisariat FTI,FKM,FARMASI, MIPA & JPMIPA yang bertempat di rumah pengkaderan wisma Damar . Tetapi seiring waktu berjalan beberapa Komsat memang jarang sekali untuk melaksanakannya. alhasil Gemar membaur ini menjadi proker rutin IMM FTI pada periode 2015/2016 dan pada periode ini pun kami masih melaksanakannya.

Gemar membaur ini dilakukan rutin oleh komisariat IMM FTI UAD setiap harinya di wisma damar. Jika kita lihat dari singkatan kata Gemar Membaur ini sendiri yaitu Gerakan maghrib membaca alquran, ya.. gerakan ini kami lakukan setiap ba’da shalat maghrib. Dalam rangkan mempererat ukhuwah serta membiasakan membaca al-quran di setiap harinya di diri para kader IMM zona 3 terkhusus kader IMM FTI.

“ Berkumpul di wisma damar untuk membaca, belajar, dan mengoreksi. Membaca akan membiasakan kita berinteraksi setiap harinya dengan alquran, belajar akan ilmu baru karna sejatinya kita adalah pembejar sejati dan mengoreksi jika saat teman kita salah kita ikut andil dalam pahala pengkoreksian.   “ujar Firman, kader IMM FTI.

Firman menambahkan, bahwa sungguh amat sia-sia bagi orang yang tidak membaca Al –Quran dalam hari-harinya. Di sini juga jika tidak bisa nanti diajari sama yang sudah paham dan jangan malu untuk bertanya.

Ada yang nemarik di periode ini, Gemar membaur yang biasanya hanya dihadiri kader IMM FTI saja. Malam hari ini gerakan maghrib memaca al-quran pun dihadiri oleh kader IMM FKM. Wisma damar memang sedikit lebih luas dibanding dengan tempat komisariat lain. Karna itu kami bisa membagi tempat, IMM FTI melakukan GEMAR MEMBAUR di teras damar sedangkan  IMM FKM melakukannya di ruang tengah.

“Membaca Al-Quran ini rutin setiap Malam Jum’at, tahsin ini sebenarnya tidak hanya untuk internal IMM FKM namun juga untuk mahasiswa umum yang bertujuan untuk mengajar bagaimana cara membaca al-quran yang benar sehingga nanti sebelum tbq insyaAllah yang dulunya belum lancar bisa lancar waktu ujiannya” ujar Al Ghazali atau sering di kenal Aca, Ketua Umum IMM FKM Periode 2017/2018.

Guna memberikan yang terbaik untuk kadernya, bidang TKK IMM FKM meminta bantuan mbak Putri Ayu Boleng untuk mengajarkan tajwid, makhrojil huruf dan lainnya.

“jadi nanti sebelum dimulainya tilawah mbak Putri Ayu Boleng akan memeberikan penjelasan tentang tajwid, makhrojil huruf dan hukum bacaan lainnya” imbuhnya.

Trus mau sampai kapan maghrib tilawah sendiri dirumah sedangkan pahala jama’ah 27 derajat loh.. apalagi gak sedang melakukan sesuatu. ayo gabung bersama kita Membaca, Belajar , dan Bisa.

Konsolidasi IMM UAD dan PC IMM Djazaman Al Khindi Yogyakarta

Sabtu, 20 October 2017. Bukti kesetiaan dan kesiapan memberi, pantang meminta bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima karena yang disisi Allah lebih mulia, sedang di sisimu fana belaka sedangkan tiap titisan keringat berpahala lipat ganda. Malam ahad mu kemana??

Malam minggu memang sesuatu banget bagi para muda mudi di negeri ini. katanya, malam minggu itu beda banget sama malam-malam yang lain. Malam minggu itu serasa lebih panjang dari malam lainnya. makanya banyak para pemuda yang memanfaatkan malam minggu ini dengan berbagai event. tentunya event seneng-seneng. Dari sekedar kumpul di rumah teman, event konser musik, pesta, ke diskotik, bergadang sampai pagi, sampai mojok bersama sang kekasih. Benar sekali banyak anak muda pada malam ini menjadi sibuk, sibuk ber-makeup, sibuk semprotin badan pake parfum, sibuk cari baju yang ok, serta sibuk bikin 1001 cara untuk membujuk pacar agar mau..???

Astaghfirullah… wa Alhamdulillah…

Di sebuah ruang tepat dibawah sebuah masjid kampus di Yogyakarta, ada juga sekumpulan anak muda yang kita hormati dengan nama Aktivis sedang tengah asyik kumpul bareng, mereka datang dari niat untuk membenahi. dalam malam yang pekat ini, mereka duduk meriung saling sapa dengan akrabnya. wajah wajah mereka teduh, bersih karena senyum,senyumnya khas menyejukan dan ditangannya sebuah notebook tergenggam. mereka…adalah para aktivis IMM UAD. yang tengah memanfaatkan malam minggu yang panjang dengan sebuah konsolidsasi ikatan.

IMM UAD dan PC IMM Djazaman Al Khindi Yogyakarta mengadakan konsolidasi bersama IMMawan Mufti, IMMawan Jefree dan IMMawan Sucipto mereka adalah pembina IMM UAD.

Bertempat di Aula Islamic Center Majid Kampus 4 UAD, Konsolidasi ini mengangkat tema “Revitalisasi Gerakan IMM untuk mewujudkan Kampus Islam nan Berkemajuan”. Dari ruangan ini lah akan muncul semangat pembaruan, berkumpulnya Pimpinan Harian (Ketua dan sekretaris ) 13 Pimpinan Komisariat bukan lah hal yang biasa, dari perkaderan malam inilah awal mula semangat perubahan yang akan di bawa ke komisariat yang sudah pasti seluruh Pimpinan Komisariat akan melanjutkan estafet ini ke mahasiswa.

Bersyukurlah engkau teman, di saat kawanmu yang lain asyik dengan tongkrongan di malam yang panjang kau malah khusyu duduk bersama mengkaji sebuah konsep untuk mewujudkan kampus islan nan berkemajuan..