Kompetisi Bukan Untuk Judi

Oleh : M Saiful Hadi

 Sejatinya, kompetisi adalah ajang untuk mengembangkan potensi, bukan sekedar ajang pencarian pemenang. Tapi, mungkin ada beberapa diantara kita yang justru ikut lomba karena terobsesi untuk menjadi juara. Parahnya lagi, kita selalu melukis impian bahwa pastilah kita yang terbaik. Terlalu percaya diri kah? Mungkin.

Sah-sah saja kita berangan-angan, namun alangkah baiknya jika kita tidak terlalu berlebihan. Segala hal yang kita lalukan, akan menjadi efektif jika sesuai dengan porsinya. Tentu kita sadar dengan potensi diri masing-masing, namun kriteria yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut orang lain.

Mungkin kita pernah mengabaikan nasehat ataupun pendapat dari orang lain, dengan alasan mereka belum tentu bisa melakulan sesuatu yang sedang kita lakukan. Kembali pada hukum hidup bermasyarakat, bahwa apa yang kita lakukan, pastilah orang lain yang akan menilainya. Jelas, kita tidak bisa menilai kekurangan maupun kelebihan diri kita sendiri. Pasti selalu ada simbiosis, hubungan timbal balik sesama makhluk.

Ketika orang lain melihat kelebihan kita, sudah sewajarnya mereka memuji. Kita pun menyambutnya dengan ucapan terima kasih dan di iringi syukur kepada Sang Pencipta. Lalu, ketika orang lain melihat kekurangan dalam diri kita, timbullah kritik yang kita tuai dari mereka. Lantas apa yang kita lakukan? Mengumpat dalam hati, menangis, dan mengeluh kepada Tuhan? Tidak, jelas hal tersebut tidak boleh!

Ketika kita mengikuti sebuah ajang perlombaan, selalu ada 2 konsekuensi yang harus kita hadapi. Menang atau kalah. Jika kita mendapat anugerah sebagai pemenang, hendaknya janganlah terlalu berbangga diri dan menganggap yang lain lebih buruk dari kita. Sebaliknya, jika kita menjadi si kalah, maka tak perlu putus asa dan marah-marah. Ambil saja hikmahnya, bahwa kita masih harus banyak belajar dan berlatih lagi.

Selain itu dalam berkompetisi, hal yang sangat penting apabila mengikuti kompetisi yakni untuk menguji mental. Bagaimana persiapan mental saat menghadapi lomba, bagaimana persiapan mental saat lomba, dan bagaimana persiapan mental saat menerima hasil lomba. Hal itulah yang akan meningkatkan kualitas diri di kemudian hari. Dengan demikian hal itu merupakan pengalaman yang dapat memberi warna dalam sejarah kehidupan, dan itu bisa diyakini akan sangat berarti dan tidak akan bisa dibeli dengan apapun moment seperti itu.

Mengembangkan minat dan bakat bertujuan agar seseorang belajar atau dikemudian hari bisa bekerja di bidang yang diminatinya dan sesuai dengan kemampuan serta minat dan bakat yang dimilikinya sehingga mereka bisa mengembangkan kapabilitas untuk belajar serta bekerja secara optimal dengan penuh antusias. Pengertian Bakat  adalah kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus, misalnya kemampuan berbahasa, bermain musik, melukis, dan lain-lain. Seseorang yang berbakat musik misalnya, dengan latihan yang sama dengan orang lain yang tidak berbakat musik, akan lebih cepat menguasai keterampilan tersebut. Untuk bisa terealisasi bakat harus ditunjang dengan minat, latihan, pengetahuan, pengalaman agar bakat tersebut dapat teraktualisasi dengan baik.

Minat dapat menjadi indikator dari kekuatan seseorang di area tertentu dimana ia akan termotivasi untuk mempelajarinya dan menunjukkan kinerja yang tinggi. Bakat akan sulit berkembang dengan baik apabila tidak diawali dengan adanya minat untuk hal tersebut atau hal yang berkaitan dengan bidang yang akan ditekuni Dan Bakat baru muncul bila ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan, sehingga mungkin saja terjadi seseorang tidak mengetahui dan tidak mengembangkan bakatnya sehingga tetap merupakan kemampuan yang latent.

Jadi sudah jelas sekali bahwa orang-orang yang mengatakan sebuah kompetisi itu judi berarti orang tersebut tidak pernah membuka penalaran, tidak mau belajar dan terus belajar dalam menyikapi sesuatu dan tidak pernah menghargai atau mengapresiasi seseorang dalam ikut kompetisi maupun mengadakan kompetisi.