Fungsi Pimpinan sebagai Dinamisator Pergerakan

Oleh: IMMawan Wahyuddi
     Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) jika ditinjau dalam aspek kehadirannya, ideologi, maupun arah pergerakannya sangat erat hubungannya dengan Muhammadiyah. IMM sebagai organisasi otonom  yang lahir dari organisasi besar Muhammadiyah mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mewadahi kader-kader muda Muhammadiyah yang  khususnya berada pada lingkup mahasiswa dalam rangka membentuk generasi penerus Persyarikatan (Muhammadiyah), umat dan Bangsa.
Slide1
Sumber gambar: Dokumen PK IMM FTI, diambil di depan Masjid Darunnajah UAD 3
        Dalam rangka mempertahankan eksisistensi serta mempeluas ladang dakwahnya, Muhammadiyah tentu saja membtuhkan sumber daya kader yang sangat banyak yang berasal dari ortom-ortom yang dimilikinya. Oleh karena itu, sebagai salah satu Ortom pengaderan Muhammadiyah, IMM pun harus tetap ikut memberikan sumbangsih yang berarti demi kemajuan persyarikatan Muhammadiyah. Namun dalam kasusnya, pencetakan kader-kader impian dalam internal IMM itu sendiri tak semudah yang dikhayalkan meskipun sudah memiliki garis-garis haluan serta formula yang diracik khusus supaya dapat menghasilkan kader masa depan yang diimpi-impikan. Hal ini terbukti dengan hadirnya berbagai macam misi dan tujuan anggota-anggota baru dalam ranah komisariat yang beragam yang mengisi ruang ikatan dengan berbagai watak dan kepribadian yang berbeda. Guna mempersiapkan generasi terbaik dikepengurusan selanjutnya, seluruh jajaran pimpinan komisariat haruslah secara intensif melakukan pendekatan-pendekatan terhadap kadernya, baik melalui pengaderan formal maupun kultural. Melalui proses inilah, internalisasi ideologi dapat dilakukan. Setelah upaya penanaman pemahaman ideologi dilakukan, barulah kader-kader mulai diajak berpikir bagaimana cara untuk mengorientasikan visi dan misi ikatan secara praktis yang disesuaikan dengan beragam kondisi yang terjadi di sekitar, baik dalam lingkungan kampus (mahasiswa) maupun kondisi yang ada di sekitar masyarakat. Hal ini bisa saja dilakukan dengan terus menerus megembangkan pola pikir terhadap wawasan kader, minat serta bakat yang dimiliki. Dengan terciptanya pola pikir kader yang kritis dan radikal terhadap wawasan yang dimilikinya, barulah nilai-nilai yang mendasari ideologi ikatan dapat secara masiv  diaplikasikan dalam bentuk tindakan nyata.
         Siklus pengaderan inilah yang akan secara terus-menerus terjadi di ranah komisariat. Oleh karena itu, agar tahapan-tahapan pengaderan yang secara teknis dilalui komisariat tidak serta merta monoton, maka peran pimpinan komisariatlah yang menjadi juru kunci keberhasilan dalam mencetak kader-kader impian guna meneruskan perjuangan Muhammadiyah dalam mewujudkan masyarakat islam yang sebenar-benarnya.

IMM FTI UAD Dalam Waktu Dekat Akan Menggunakan SMS CENTER (SMS Gateway)

Dengan Beberapa Alasan yang cukup , kami dari komisariat IMM FTI UAD mencoba membangun SMS Gateway (SMS CENTER IMM FTI UAD).  Di Harapkan dengan adanya sms center ini dapat mepermudah penyampaian informasi kepada Kader IMM , undangan, dll. Serta Dapat Menjadi salah satu Media  dakwah di era saat ini.

Untuk Saat ini pengerjaan SMS Center Ini sudah mencapai 95% , dalam tahap uji coba terakir. Mohon Dukungan dan doa dari semua pihak supaya cepat terealisasi Pembangunan SMS Center ini.

Adapun Manfaat Dari SMS Center Ini Adalah:

  1. SMS Informasi
  2. SMS Pengumuman
  3. SMS Pengingat
  4. Dan Lain Lain

 

 

IMM Harus Mampu Menjadi Generasi Qur’ani

Seperti yang di sampaikan oleh salah satu pendiri IMM , Yaitu bapak Amin Rais . Bahwasanya IMM sudah tersusupi ide sekuler, plural dan lain lain. Inilah perbedaan mencolok antara Muhammadiyah dulu dan sekarang,” demikian ujar Amin Rais kapada Majalah Tabligh.

Karena Alqur’an menjadi pondasi dasar dari segala hal sehingga Kader kader IMM tidak terjebak oleh pemikiran dan ideologi yang ditawarkan oleh manusia. Ketika kader IMM sudah mampu membaca alquran dan di jadikan sebagai titik dasar dari segala aspek pemikiran , di pastikan akan mampu menjujung tinggi intelektualitas kader, dan tentunya akan mampu menciptakan generasi yang anggun dalam bermoral.

Bapak Amin Rais Juga Mengatakan Bahwasanya “Seorang yang duduk di bawah perlindungan Al-Quran ibarat sedang duduk di bukit yang tinggi, kemudian melihat anak-anak sedang bermain-main dengan mainannya. Orang yang sudah paham Al-Quran akan bisa merasakan bahwa ideologi yang sifatnya man-made, buatan manusia, itu hanya lucu-lucuan saja. Hanya menghibur diri sesaat, untuk memenuhi kehausan intelektual ala kadarnya,”

Referensi : http://www.arrahmah.com

Oleh : Parwito

 

Arti Logo Lambang Muhammadiyah

logo muhammadiyah

Bentuk Lambang
Lambang persyarikatan berbentuk matahari yang memancarkan duabelas sinar yang mengarah ke segala penjuru dengan sinarnya yang putih bersih bercahaya. Di tengah-tengah matahari terdapat tulisan dengan huruf Arab : Muhammadiyah. Pada lingkaran yang mengelilingi tulisan huruf Arab berwujud kalimat syahadat tauhid : asyhadu anlaa ilaa,ha illa Allaah (saya bersaksi bahwasannya tidak ada Tuhan kecuali Allah); di lingkaran sebelah atas dan pada lingkaran bagian bawah tertulis kalimat syahadat Rasul : wa asyhadu anna Muhammaddar Rasulullah (dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah). Seluruh Gambar matahari dengan atributnya berwarna putih dan terletak di atas warna dasar hijau daun.


Arti Lambang

· Matahari merupakan titik pusat dalam tata surya dan merupakan sumber kekuatan semua makhluk hidup yang ada di bumi. Jika matahari menjadi kekuatan cikal bakal biologis, Muhammadiyah diharapkan dapat menjadi sumber kekuatan spiritual dengan nilai-nilai Islam yang berintikan dua kalimat syahadat.

· Duabelas sinar matahari yang memancar ke seluruh penjuru diibaratkan sebagai tekad dan semagat warga Muhammadiyah dalam memperjuangkan Islam, semangat yang pantang mundur dan pantang menyerah seperti kaum Hawari (sahabat nabi Isa yang berjumlah 12)

· Warna Putih pada seluruh gambar matahari melambangkan kesucian dan keikhlasan

· Warna Hijau yang menjadi warna dasar melambangkan kedamaian dan dan kesejahteraan.

sumber
www.muhammadiyah.or.id

Barang Bawaan Dan Tugas Masta IMM FTI 2013

DAFTAR BARANG BAWAAN & TUGAS

MASTA (MASA TA’ARUF) IMM & ORTOM 2013

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

NO

BARANG BAWAAN& TUGAS

KETERANGAN

1 AL QUR’AN DIUTAMAKAN TERJEMAH
2 PECI WARNA HITAM
3 ATRIBUT (PAKAIAN) SESUAI PANFAK P2K
4 CO CARD MASTA SESUAI PANITIA MASTA
5 RESUME MENGENAI : DILAMPIRKAN BIODATA (NAMA,KELOMPOK, FAKULTAS/JURUSAN, ASAL SEKOLAH,HOBI,CITA2, NO. HP, DAN EMAIL.

 

KERTAS MEMBAWA SENDIRI-SENDIRI.

  MUHAMMADIYAH MIN. 1 HALAMAN FOLIO (TULIS TANGAN )
  IMM MIN. 1 HALAMAN FOLIO (TULIS TANGAN)
  ARTI (TULISAN TANGAN) LOGO MUHAMMADIYAH (DIPRINT WARNA) DITULIS PADA LEMBAR RESUME FOLIO
7 ALAT SHALAT  
     
8 BOTOL PLASTIK UKURAN SEDANG (Setiap MABA membawa satu botol, kalau bisa bekas)
9 GUNTING 1 /KELOMPOK
10 KARET  GELANG 10/KELOMPOK
11 SEDOTAN 6 BUAH SETIAP ORANG DALAM KELOMPOK
12 SLAYER KAIN 1 /ORANG
     
     

 

Catatan :

  • Disampaikansaat TM (Technical Meeting ) P2K pada 31 Agustus 2013 oleh perwakilan Komisariat.
  • Diharapkan Ketua Komisariat mengkomunikasikan bahwa TM IMM setelah TM P2K
  • Seluruh teman-teman Komisariat diharapkan dapat hadir saat TM.

Contoh CO Card MASTA IMM FTI UAD

 

cocard IMM fti uad

 

Contoh Coca

Berbahagia Adalah Kunci Karena Di Balik Kesulitan Ada Kemudahan

Sahabatku yang dirahmati Allah, mari kita selalu bersyukur atas nikmat yang di berikan Allah SWT, karena dengan adanya rasa syukur itulah kita akan mendapatkan kenikmatan berkali lipat dari apa yg kita harapkan.  Sering kali kita selalu mengeluh ketika kita mendapatkan kesulitan maupun cobaan, namun bila kila kita bisa memahaminya , jalan lapang itu berawal dari sebuah jalan kesempitan, dari sini bisa kita ambil pelajaran bahwasanya setelah ada Kesulitan Akan datang masa kemudahan.

Namun sering kali kita terlenakan dengan hikmah yang akan di dapat kan nanti yaitu di balik Kesulitan itu sendiri, sehingga kita tidak bisa bangkit dan justru malah terpuruk dalam kesulitan itu sendiri.

Dan satu satunya cara untuk mendapatkan Hikmah Kemudahan itu adalah selalu senantiasa dengan bersyukur dan berbahagia, maka akan di mudahkan jalan kita menuju kemudahan itu.

Bukan kah Allah sudah berjanji pada Firman  yang diturunkannya , Bahwasanya Setelah Kesulitan Itu akan datang Kemudahan. Jadi Mari Kita Selalu Senantiasa bersyukur dan berbahagia, karena Kemudahan itu sudah dekat dengan kita, karena jika tidak selalu bersyukur dan berbahagia akan sulit menemukan kebahagiaan yang sudahdi dekat kita.

Salam Dari Saya : Parwito

Billahi Fii Sabililhaq, Fastabiqul Khaerat

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tokoh-Tokoh Pendiri IMM

PENDIRI DAN PIMPINAN  IMM PERIODESASI I

DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah 1965-1967

Ketua Umum                          : Mohammad Djazman Al-Kindi

Wakil Ketua                            : A. Rosyad Sholeh

Wakil Ketua                            : Moh. Amien Rais

Wakil Ketua                            : Soedibjo Markoes

Wakil Ketua                            : Zainuddin Sialla

Wakil Ketua                            : Sofyan Tanjung

Wakil Ketua                            : Marzuki Usman

Sekretaris Jenderal             : Sjamsu Udaya Nurdin

Wakil Sekjen                           : Bahransjah Usman

Wakil Sekjen                           : Sugiarto Qosim

Bendahara Umum                : Abuseri Dimiyati

Anggota-Anggota             : Mohammad Arief

Yahya A. Muhaimin

Ummi Kalsum

Aida saleh

Sukiriyono

Zulkabir

Tabrani Idris

Zulfaddin Hanafiah

N. Adnan Razak

Djaginduang Dalimunthe

Muhammad Ichsan

Bachtiar Achsan

Biro Organisasi dan Kader       : A. Rosyad Sholeh

Zainuddin Sialla

Biro Politik dan Lembaga

Pengembangan Ilmu (LPI)         : Moh. Amien Rais

Yahya A. Muhaimin

Departemen Penerangan         : Marzuki Usman

Departemen Keputrian            : Ummi Kalsum

Aida Saleh

Lembaga Penyiaran Islam         : Soedibjo Markoes

Departemen Kesejahteraan     : Moh. Arief

Lembaga Seni dan Budaya       : Abdul Hadi WM

aminrais2

 

Kumpulan kata-kata mutiara

Kumpulan kata-kata mutiara sebagai bahan renungan dan motivasi untuk memperbaiki diri

  •     Pelajarilah ilmu sekehendak hati kalian, namun Allah tidak akan memberikan manfaat kepada kalian dengan ilmu tersebut hingga kalian mengamalkan apa yang kalian ketahui. (HR. Ibnu ‘Adi)
  •     Tidak disebut dosa kecil apabila dosa tersebut dikerjakan secara terus menerus.
  •     Barang siapa berbuat dosa, sementara dia malah tertawa (merasa bangga), maka kelak Allah akan memasukkannya ke neraka dalam keadaan menangis.
  •     Barang siapa menyangka bahwa ia punya penolong yang lebih utama dan lebih kuat daripada Allah, berarti ia benar-benar belum mengenal Allah dengan baik.
  •     Berbahagialah orang yang dapat menjadikan akalnya sebagai raja, sedangkan nafsunya menjadi tawanan.
  •     Orang yang berpengetahuan tidak akan merasa asing di mana pun ia berada.
  •     Jika engkau sudah merasakan nikmatnya dekat dengan Allah, niscaya engkau dapat merasakan bagaimana pahitnya jauh dari Allah.
  •     Sebaik-baik karunia adalah akal, dan seburuk-buruk musibah adalah kebodohan.
  •     Kesuksesan tidak akan sempurna, kecuali jika disertai rasa takut kepada Allah.
  •     Sungguh, tidalah engkau meninggalkan sesuatu karena ketaqwaan kepada Allah, melainkan Allah akan memberi ganti dengan yang lebih baik kepadamu. (HR. Ahmad dan Nasai).
  •     Sebaik-baik senjata orang mukmin adalah sabar dan doa.
  •     Hati itu diciptakan cenderung untuk mencintai orang yang berbuat baik kepadanya dan cenderung membenci orang yang telah berbuat buruk kepadanya.
  •     Barang siapa mencintai Allah, maka ia pasti mencintai orang yang mencintai Allah.

 

MAHASISWA MUSLIM PROFESIONAL YANG BERKARAKTER

Sejak awal, Islam sudah membina manusia untuk menjadi manusia global. Manusia yang diproses malalui mekanisme dakwah dan pendidikan akan melahirkan manusia muslim yang memiliki karakter Islami. Islam dalam ritme kehidupan jelas bukan sekedar simbol, namun dia merupakan aktualisasi yang tercermin dalam berbagai dimensi kehidupannya. Anis Matta(1) menjelaskan bahwa ada tiga tangga untuk mengaktualisasikan Islam dalam berbagai aspek kehidupan seorang muslim, yakni afiliasi, partisipasi, dan kontribusi.
Afiliasi adalah memahami dengan baik alasan kita memilih Islam sebagai agama dan jalan hidup. Disini, seseorang akan memiliki kecenderungan terhadap nilai-nilai Islami. Proses penanaman afiliasi pada seorang muslim setidaknya mampu melahirkan tiga komitmen, yakni komitmen terhadap akidah atau ideologi Islam, komitmen terhadap metodologi/syariah, dan komitmen terhadap sikap/akhlak. Tahapan afiliasi ini merupakan tahapan seseorang untuk membentuk iklim sholeh secara pribadi.
Setelah seorang muslim melalui tahap sholeh secara pribadi dalam lingkaran khusyuk terhadap iman dan amal sholeh, maka ia akan mulai terlibat dalam kehidupan sosial masyarakat muslim sebagai salah satu peserta sosial yang sadar dan proaktif. Sadar dan proaktif disini berarti mampu mendistribusikan kesholehan pribadi kepada orang lain agar terjadi kesalehan secara sosial.
Paradigma partisipasi yang harus kita bangun adalah partisipasi integral yang menyangkut semua ranah kehidupan. Dalam tahap ini, seorang muslim perlu memiliki komitmen sense in-group yakni rasa keterlibatan dengan kaum muslimin, merasa sebagai bagian dari kaum muslimin dan memiliki perhatian yang tinggi terhadap problematika kaum muslimin. Selain memiliki sense in-group, partisipasi juga harus memiliki sejumlah pengetahuan sosial humaniora yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuannya agar keterlibatannya dalam masyarakat dapat dilakukan secara terarah, sadar, benar, dan dewasa. Ilmu yang harus dikuasai dalam hal ini yakni komunikasi efektif. Dalam tangga partisipasi ini, seoarng muslim juga harus mengetahui dan menguasai peta dan medan lingkungan sosial budaya tempat kita hidup. Tujuannya agar kita tahu cara memasuki dan mengubah masyarakat ke arah Islam. Pada tangga partisipasi inilah, seorang muslim menjadi dai.
Tangga yang ketiga yakni kontribusi. Kontribusi adalah bahwa seorang muslim harus memilih satu bidang spesialisasi ilmu atau profesi yang diyakini dapat menjadi expert dan unggul. Kemampuan manusia sifatnya terbatas, oleh karena itu, sebagai kontributor hendaknya mengetahui titik kekuatan kita. Kemudian, berikanlah karya terbaik kita kepada Islam sebagai persembahan yang setulus-tulusnya kepada Islam dan umatnya. Dalam hal ini, Anis Matta mengusulkan agar manusia muslim dapat menempati empat bidang kontribusi, yakni wilayah pemikiran/ilmiah (ilmuwan), kepemimpinan, profesional (profesi) dan finansial. Pada tangga kontribusi inilah seorang muslim berperan sebagai mujahid.
Merumuskan Arah Kompetensi untuk Menjadi Mahasiswa Muslim Profesional
Mahasiswa muslim adalah para pemuda yang akan terlibat dalam sektor perjuangan, yakni sektor kemerdekaan dan kebebasan dari berbagai penindasan dan kedzaliman, sektor pemikiran dan opini yang diracuni oleh perang pemikiran dan perang budaya terutama sekuleristik liberalistik, sektor iman dan amal dengan aktivitas pendidikan dan dakwah ke berbagai lapisan masyarakat, dan sektor perubahan melalui kekuatan moral dan intelektualnya untuk mendorong perubahan dalam berbagai bidang kehidupan.
Seorang mahasiswa muslim dirancang untuk mengemban misi peradaban dan kemajuan umat. Model mahasiswa muslim diibaratkan seperti sebuah bangunan yang utuh. Bangunan ini memuat visi, misi, jalan hidup, kompetensi, profesionalitas, kontribusi dan nilai-nilai lain yang seharusnya ada dan mampu membentuk paradigma, mentalitas, dan karakter seseorang tanpa mengesampingkan keunikannya secara individu. Keistimewaan manusia dalam bidang ini adalah suatu kodrati yang membedakannya dari makhluk lain dan menjadi suatu keniscayaan baginya untuk memanifestasikan demi keberlangsungan hidup. Dari fenomena ini, manusia kemudian menyusun pengetahuan tersebut secara sistematis dan terstruktur untuk dijadikan pijakan dalam mempengaruhi kehidupannya yang kompleks ini. Hasilnya, dari pengetahuan ini lahirlah apa yang dinamakan IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi) yang terus berkembang pesat sampai saat ini.
Mahasiswa muslim merupakan aset yang sangat berharga bagi umat dan ini adalah hal yang harus dipikirkan secara serius bagi keberlangsungan peradaban umat. Hasil dari suatu pekerjaan sangat ditentukan oleh siapa pelakunya. Identitas diri sebagai muslim bukan hanya sekedar identitas simbol atau label semua umat yang mengaku Islam, tapi dia harus terinternalisasi dalam ruang-ruang kepribadian yang tercermin dalam value and action-nya termasuk dalam ruang aktualisasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika perbaikan diri mahasiswa muslim secara personal dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan, niscaya perbaikan dan pengembangan khasanah ilmu dan teknologi akan segera terwujud. Dengan kata lain lewat sosok ini telah mulai dibangun kembali peradaban untuk menciptakan peradaban baru bagi kebangkitan umat Islam.
Sebagaimana dituturkan di atas bahwa kompetensi merupakan kebutuhan pokok mahasiswa yang memungkinkan dirinya untuk berkontribusi terhadap masyarakat. Kompetensi inilah yang perlu ditempa oleh setiap mahasiswa muslim. Pemberian tutorial sejak dini, penjagaan IPK, bimbingan karier sejak tingkat 2, persiapan paska kampus sejak tingkat 4 adalah bentuk afiliasi dari lingkup kompetensi. Kompetensi juga mutlak diperlukan tatkala alumni melakukan mobilitas vertikal paska kampus. Dimana pada fase ini, mereka akan dihadapkan pada realita dunia profesi.  Setiap sektor profesi (public sector, private sector, dan third sector) membutuhkan kompetensi yang berbeda untuk bisa masuk kedalamnya.
Kompetensi memang tidak dapat diukur hanya dengan value, sebagaimana intelegence juga tidak hanya diukur oleh value (prestasi akademik). Hasil survey Tempo (2007) terhadap realitas dunia profesi memberikan gambaran yang cukup jelas, bahwa untuk menjadi lulusan berkualitas tidak hanya dinilai berdasarkan penguasaan kompetensi akademik spesialisasinya. Aktif berorganisasi menempati prosentase tertinggi (20,38%), kemudian mengasah bahasa Inggris (18,60%), tekun belajar (17,70%), mengikuti perkembangan informasi (15,98%), mengikuti pergaulan luas (15,07%), dan mempelajari aplikasi komputer (12,32%). Sementara hasil survey Tempo (2007) untuk kategori pekerja super, bekerja keras menempati prosentase tertinggi (9,03%), kemudian kepercayaan diri tinggi (8,75%), memiliki visi kedepan (8,37%), bisa bekerja dalam tim (8,07%), memiliki perencanaan matang (7,91%), mau berfikir analitis (7,82%), mudah beradaptasi (7,12%), mampu bekerja dalam tekanan (5,91%), cakap berbahasa Inggris (5,27%), dan mampu mengorganisasi pekerjaan (5,26%)(3).
Menjadi Mahasiswa Muslim Profesional yang Excellent
Karakter-karakter tersebut mempertegas bahwa seorang mahasiswa muslim harus mampu mensinergikan seluruh potensinya untuk menjadi seorang mahasiswa muslim yang profesional dan berkarakter. Kemampuan soft skill seperti yang banyak disebutkan di atas tentu tidak dapat diperoleh dibangku kuliah, maka belajar berorganisasi dan komitmen terhadap pembinaan Islamiyah sangat penting kedudukannya untuk membangun skill ini. Maka, menjadi mahasiswa muslim profesional berkarakter bukan berarti harus study oriented yang benar-benar hanya study, tapi juga diimbangi dengan aktivitas lain yang bermanfaat dan mampu mengasah potensi soft skill sekaligus hard skill.
Reza M. Syarief(4) menyebutkan bahwa ada beberapa indikator yang menentukan sehingga seseorang dikatakan memiliki personal excellent.
Pertama, the best appearance, penampilan yang terbaik. Mengapa harus penampilan terbaik? Penampilan memang bukan yang utama, tetapi dia menjadi hal utama di dalam kesan pertama pergaulan. Orang mungkin belum bisa menebak isi hati dan pikiran kita pada pertemuan pertama, tapi yakinlah dia akan punya kesan positif atau negatif dengan menilai penampilan luar kita. Nah disini menjadi satu hal yang sangat penting bagaimana kita membuat penampilan pertama yang positif sehingga orang akan menilai kita baik. Disini berlaku kaidah how to give the first positive impression ‘bagaimana kita bisa memberikan kesan pertama yang positif’ kepada lawan bicara kita.
Kedua, the best attitude, sikap yang terbaik. Jika kita bicara sikap tentu berkaitan erat dengan masalah akhlak. Muslim profesional excellent yang berkarakter harus memiliki suatu sikap yang terbaik dan sikap terbaik ini memiliki sifat-sifat positif. Diantara sikap positif yang harus senantiasa dipupuk adalah sikap positive thinking dan proaktif. Positive thinking adalah bagaimana kita memandang setiap peristiwa kehidupan ini dengan sudut pandang yang tepat, sedangkan proaktif adalah bagaimana kita selalu menghadapi segala macam stimulasi atau rangsangan baik itu yang positif atau negatif (ex: ujian/musibah) dengan sikap positif.
Ketiga, the best achievement, prestasi yang terbaik. The best achievement dipahami prestasi terbaik dalam dua hal, yakni be outstanding person, jadilah kita orang yang diatas rata-rata. Contohnya ketika dosen menyarankan mahasiswanya agar memiliki IPK rata-rata minimal 3,0 maka seseorang dikatakan memiliki outstanding result ketika dia mendapatkan angka IPK nya 3,25 atau lebih besar dari itu. Saat kita diminta menghadiri suatu pertemuan pukul 08.00 dan kita sudah hadir pukul 07.50, maka dikatakan kita sudah termasuk personal excellent with outstanding result. Namun yang terjadi kebanyakan dikalangan mahasiswa adalah sebaliknya, IPK seringkali terjun payung dan yang lebih parah adalah manajemen waktu yang teramat buruk. Prestasi yang kedua yakni be extra ordinary person, jadilah orang yang diluar kebiasaan, sekaligus orang yang luar biasa. Yakinlah, bahwa semenjak kita masih dalam kandungan ibunda, kita adalah manusia yang luar biasa. Betapa tidak, kita lahir sebagai pemenang atas kompetisi jutaan sel sperma atau ovum. Dan kitalah yang menang.
Karakter mahasiswa muslim profesioanl terakhir adalah sebagaimana yang digambarkan oleh Allah berikut :
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushilat: 33)
Membentuk manusia muslim yang berkarakter diperlukan suatu proses kaderisasi. Kaderisasi harus mendapatkan perhatian yang intensif serta untuk mempercepat pertumbuhan umat, sehingga harus dilakukan secara masif.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa kaderisasi adalah suatu proses pembinaan atau rekayasa sosial (social engineering) atau proses rekonstruksi untuk membangun inti dari bangunan masyarakat.(2) Maka dapat dikatakan bahwa tahapan pertama yang harus dilakukan untuk membentuk manusia muslim adalah tahapan pembinaan.
Reference:
(1)       M. Anis Matta. 2006. Model Manusia Muslim Abad 21. Syamil Cipta Media: Bandung.
(2)       M. Anis Matta. 2004. Mencari Pahlawan Indonesia. Tarbawi Center: Jakarta.
(3)       Koran Tempo edisi …… tahun 2007

(4)    Reza M. Syarif. 2005. Life Excellent. Prestasi: Jakarta.

(5)       Slide Presentasi Ellita Permata W. S.S.

(6)       Slide Presentasi Haryandi.

(7)      aridasahputra.blog

 

Peran Dan Fungsi Mahasiswa

Menyandang gelar mahasiswa merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan. Betapa tidak, ekspektasi dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa begitu besar. Pengertian mahasiswa tidak bisa diartikan kata per kata, Mahasiswa adalah Seorang agen pembawa perubahan. Menjadi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh suatu masyarakat bangsa di berbagai belahan dunia.
Peran dan Fungsi Mahasiswa
Sebagai mahasiswa berbagai macam lebel pun disandang, ada beberapa macam label yang melekat pada diri mahasiswa, misalnya:
1.      Direct Of Change, mahasiswa bisa melakukan perubahan langsung karena SDMnya yg banyak
2.   Agent Of Change, mahasiswa agent perbahan,maksudnya sdm2 untuk melakukan perubahan
3.      Iron Stock, sumber daya manusia dari mahasiswa itu ga akan pernah habis.
4.      Moral Force, mahasiswa itu kumpulan orang yg memiliki moral yg baik.
5.      Social Control, mahasiswa itu pengontrol kehidupan sosial,contoh mengontrol kehidupan sosial yg dilakukan masyarakat.
Namun secara garis besar, setidaknya ada 3 peran dan fungsi yang sangat penting bagi mahasiwa, yaitu :
Pertama, peranan moral, dunia kampus merupakan dunia di mana setiap mahasiswa dengan bebas memilih kehidupan yang mereka mau. Disinilah dituntut suatu tanggung jawab moral terhadap diri masing-masing sebagai indidu untuk dapat menjalankan kehidupan yang bertanggung jawab dan sesuai dengan moral yang hidup dalam masyarakat.
Kedua, adalah peranan sosial. Selain tanggung jawab individu, mahasiswa juga memiliki peranan sosial, yaitu bahwa keberadaan dan segala perbuatannya tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri tetapi juga harus membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Ketiga, adalah peranan intelektual. Mahasiswa sebagai orang yang disebut-sebut sebagai insan intelek haruslah dapat mewujudkan status tersebut dalam ranah kehidupan nyata. Dalam arti menyadari betul bahwa fungsi dasar mahasiswa adalah bergelut dengan ilmu pengetahuan dan memberikan perubahan yang lebih baik dengan intelektualitas yang ia miliki selama menjalani pendidikan.